Aplikasi SIG Untuk Pemetaan Zona Tingkat Bahaya Dan Keterpaparan Pemukiman Terhadap Tsunami Kota Denpasar
Abstract
Denpasar adalah ibukota provinsi Bali termasuk dalam wilayah terindikasi rawan tsunami karena berada didekat pinggir pantai serta memiliki ketinggian dan kemiringan yang relative kecil kepermukaan laut. Pemukiman merupakan aset wilayah yang harus dijaga. Sehingga zona keterpaparan pemukiman terhadap bahaya tsunami dibutuhkan guna memberikan informasi pada penduduk yang tinggal di kota tersebut. Tingkatan keterpaparan dilihat berdasarkan hazard dan element at risk. hazard ini dilihat berdasarkan jarakdari garis pantai, ketinggian, jarak dari sungai, dan juga kemiringan lereng dari daerah Denpasar ini, sedangkan Element at risk atau elemen yang terkena bencana tsunami nya ialah pemukiman. Pemetaan menggunakan teknik overlay, metode skoring dan pembobotan menggunakan software ArcMap 10.3 sebagai pendekatan berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil penelitian menunjukan bahaya didominasi tingkat sedang dan tinggi. tingkat keterpaparan tsunami pada pemukiman di kota Denpasar ini didominasi oleh tingkat keterpaparan sedang hingga tinggi dengan luas 3,46 km2 atau 27,21% dari luas Kota Denpasar dan terpusat di Kec. Denpasar Timur (25,14 km2) dan Kec. Denpasar Barat (15,02 km2). Selain itu, pemukiman dengan keterpaparan tinggi yakni di Kec. Denpasar Selatan dengan luas 16,80 km2. Dikarenakan wilayah ketinggian yang rendah dan jarak dengan pantai dekat.
References
Aditya, T. (2010). Visualisasi Resiko Bencana di Atas Peta. Yogjakarta: Fakultas Teknik Geodesi Universitas Gadjah Mada
Badan Pusat Statistik. (2017). Kota Denpasar Dalam Angka 2016. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Denpasar
BNBP. (2012). Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 2 Tahun 2012 Tentang Pedoman Umum Pengkajian Risiko Bencana. Jakarta: 2012
BNPB. (2011). Indeks Rawan Bencana Indonesia. BNPB, Jakarta
Faiqoh, I., Gaol, J. L., & Ling, M. M. (2013). Vulnerability Level Map of Tsunami Disaster in Pangandaran Beach, West Java . International Journal of Remote Sensing and Earth Sciences, 2(2), 90-103
Fakhri, H., & Damayanti, A. (2017). Aplikasi SIG Untuk Pemetaan Zona Keterpaparan Permukiman Terhadap Tsunami, Studi Kasus: Kota Pariaman, Sumatera Barat. Prosiding Seminar Nasional Geomatika 2017, BIG.
Hidayatullah, S. S. (2015). Pemodelan Tingkat Risiko Bencana Tsunami Pada Permukiman di Kota Bengkulu Menggunakan Sistem Informasi Geografis. Jurnal Permukiman, 10(2), 92-105
Mardiyanto, B., Rochaddi, B., & Helmi, M. (2013). Kajian Kerentanan Tsunami Menggunakan Metode Sistem Informasi Geografi di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Journal of Marine Research, 10(2), 103-111
Mustafa, B. (2010). Lokasi Potensi Sumber Tsunami di Sumatera Barat. Jurnal Ilmu Fisika, 2(2), 94-100
Naryanto, H. S. (2007). Kajian Potensi dan Kegempaan di Liwa Kaitannya dengan Patahan Sumatera untuk Penataan Kawasan Berkelanjutan. Jurnal Alami, 12(2)
Nurjanah. (2012). Manajemen Bencana. Yogyakarta: Alfabeta.
Petrus, S., & Ario R. (2015). Uji Kerawanan Terhadap Tsunami Dengan Sistem Informasi Geografis (SIG) Di Pesisir Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Jurnal Kelautan Tropis, 18(2), 82-97
Pratama, W. S. (2017). Pemetaan Bahaya Tsunami Dan Dampaknya Terhadap Infrastruktur di Daerah Teluk Benoa Provinsi Bali. Skripsi. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Brawijaya. Malang.
Sengaji, E., & Nababan, B. (2009). Pemetaan Tingkat Resiko Tsunami di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 1(1), 48-61
Tim Penyusun BNPB. (2012). Tanggap Tangkas Tangguh Menghadapi Bencana. BNPB: Jakarta
-
views: 2583  
downloads: 4214
Copyright (c) 2020 Oktaviana, Pegita Urmala Dewi, Mila Wahdini, Naira Prasiamratri, Muhammad Budzar Alghifarry, Nur Aulia Utami

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




.png)
.png)
