Identifikasi Potensi Mineral Tambang di Daerah Tanggamus Menggunakan Citra Landsat 8

  • Muhammad Budzar Alghifarry Jurusan Teknik Geofisika, Fakultas Teknik, Universitas Lampung
  • Mila Wahdini Jurusan Teknik Geofisika, Fakultas Teknik, Universitas Lampung
  • Oktaviana Jurusan Teknik Geofisika, Fakultas Teknik, Universitas Lampung
  • Ade Irma Anestatia Jurusan Teknik Geofisika, Fakultas Teknik, Universitas Lampung
Keywords: alterasi, band ratios, lineament, mineralisasi tambang, Tanggamus

Abstract

Kabupaten Tanggamus mempunyai topografi tempat yang variatif, hal ini dikarenakan adanya variasi antara dataran rendah dan tinggi, hal ini normal dikarenakan Tanggamus sendiri adalah wilayah yang sebagian besar  wilayah perbukitan dan pegunungan. Potensi SDA milik Kabupaten Tanggamus rata-rata dipakai guna aktivitas bertani dan bercocok tanam. Namun sebenarnya masih ada beberapa SDA  lainnya yang berpotensi bila dikembangkan antara lain; pertambangan mineral emas, galian tambang seperti marmer dan granit. Selain itu juga terdapat geyser dan geothermal yang memiliki kemungkinan untuk dapat berkembang jadi pembangkit energi listrik alternatif.    Kegiatan eksplorasi tambang banyak dilakukan di lapangan. Dimana pada tahap pemetaan lapangan mempunyai beberapa kendala yaitu memerlukan tenaga, biaya, dan waktu yang banyak maka dari itu, diperlukan sebuah metode guna mempermudah eksplorasi tambang yakni dengan cara penginderaan jauh. Tujuan penelitian ini di antaranya ialah memetakan serta mengukur luasan dari potensi mineralisasi emas pada Kabupaten Tanggamus dengan cara diketahuinya zona alterasi hidrotermal menggunakan metode kelurusan (lineament) dan penisbahan salurn (band ratios) yang ada di lokasi penelitian. Hasil penelitian ini ialah untuk memperoleh potensi mineralisasi tambang yang tersebar di sekitar wilayah kabupaten Tanggamus.

References

Artadana, I. P. E., Purwanto, & Heru, S. (2011). Geologi, Alterasi dan Mineralisasi Daerah Nyrengseng dan Sekitarnya, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Propinsi Jawa Barat. Yogyakarta: Jurusan Teknik Geologi FTM UPN Veteran Yogyakarta.

Danoedoro, P. (2012). Pengantar Penginderaan Jauh Digital. Yogyakarta: ANDI.

Esna, A. (1988). Method and Installation for Extracting Gold From Gold Ores. Germany: Klocknoker Humboldt AG.

Farooq. (2018). Band Ratioing. Diakses pada 16 Mei 2020 dari www.geol-amu.org/notes/m14a-4-8.htm.

Indrastomo, F. D., Sukadana, I. G., & Suharji. (2017). Identifikasi Pola Struktur Geologi sebagai Pengontrol Sebaran Mineral Radioaktif Berdasarkan Kelurusan Pada Citra Landsat 8 di Mamuju, Sulawesi Barat. Eksplorium, 38(2), 71-80.

LAPAN. (2015). Pedoman Pengolahan Data Penginderaan Jauh Landsat 8 untuk MPT. Jakarta: Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh LAPAN.

Latif, A. (2011). Pembentukan mineral di alam: mineral emas (Au). Makalah, Teknik Perminyakan STT-MIGAS Balikpapan.

Mahdi, K. (2014). Pengenalan Penginderaan Jauh dan Teori Dasar Pendukung Pengolahan Citra Digital. Makalah Diskusi Panel. Jakarta: LAPAN. 10 Feb 2014.

Muslim, H. D. (2008). Penerapan Metode Fuzzy Logic dalam Pemetaan Potensi Mineralisasi Emas Epitermal di Kabupaten Sukabumi Menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Tesis. Institut Teknologi Bandung.

Paraditya, R., & Purwanto, T. H. (2012). Pemanfaatan citra Landsat 7 ETM+ untuk pemetaan potensi mineralisasi emas di Kawasan Gunung Dodo, Kabupaten Sumbawa, NTB. Jurnal Bumi Indonesia. 1(3), 122-219.

Parwati, E., & Purwanto, A. D. (2014). Analisis Algoritma Ekstraksi Informasi TSS Menggunakan Data Landsat 8 di Perairan Berau. Seminar Nasional Penginderaan Jauh 2014. Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh LAPAN.

Pirajno, F. (992). Hydrothermal Mineral Deposits: Principles and Fundamental Concepts for The Exploration Geologist. Springer-Verlag Berlin Heidelberg.

Pour, A. B., & Hasyim, M. (2014). Hydrothermal Alteration Mapping from Landsat 8 data, Sar Chesmesh copper mining district, south-eastern Islamic Republik of Iran. Journal of Taibah University for Science, 9(2), 155-166.

Prahasta, E. (2009). Sistem Informasi Geografis :Konsep-Konsep Dasar (Perspektif Geodesi & Geomatika). Bandung: Informatika Bandung.

Putra, I. D., Nasution, R. A. F., & Harijoko, A. (2017). Aplikasi Landsat 8 OLI/TIRS dalam Mengidentifikasi Alterasi Hidrotermal Skala Regional: Studi Kasus Daerah Rejang Lebong dan Sekitarnya, Provinsi Bengkulu. Proseding Seminar Nasional Kebumian Ke-10. Departemen Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Setiabudi, B. T. (2005). Penyebaran Merkuri Akibat Usaha Pertambangan di Daerah Sangon, Kabupaten Kulon Progo. Paper For Geological Resources. Yogyakarta.

Sitanggang, G. (2010). Kajian Pemanfaatan Satelit Masa Depan : Sistem Penginderaan Jauh Satelit LDCM (Landsat-8). Berita Dirgantara. 11(2), 47-58.

Verdiansyah, O., & Hartono, H. G. (2017). Aplikasi Lineament Density Analysis untuk Membatasi Pola Kaldera Purba Godean. Jurnal Teknologi Technoscientia. 9(2), 162-171.

Yetkin, E. (2003). Alteration Mapping by Remote Sensing: Application to Hasandag – Melendiz Volcanic Complex. Thesis. Middle East: The Graduate School of Natural and Applied Sciences of the Middle East Technical University.

Yassar, M. F., Nurul, M., Nadhifah, N., Sekarsari, N. F., Dewi, R., Buana, R., Fernandez, S. N., & Rahmadhita, K. A. (2020). Penerapan Weighted Overlay Pada Pemetaan Tingkat Probabilitas Zona Rawan Longsor di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Jurnal Geosains dan Remote Sensing, 1(1), 1-10.

Published
2020-11-30
How to Cite
Alghifarry, M. B., Wahdini, M., Oktaviana, & Anestatia, A. I. (2020). Identifikasi Potensi Mineral Tambang di Daerah Tanggamus Menggunakan Citra Landsat 8. Jurnal Geosains Dan Remote Sensing, 1(2), 97-104. https://doi.org/10.23960/jgrs.2020.v1i2.46